Sabtu, 15 Juni 2013

BIMBINGAN KONSELING DIPERLUAS



BK DIPERLUAS




BAB I
PENDAHULUAN
Perubahan zaman dan perkembangan ilmu berjalan dengan cepat sehingga Bimbingan dan Konseling tidak hanya di kenal di dunia pendidikan atau sekolah saja karena mulai dirasakan kebutuhan oleh masyarakat  dan disinilah layanan konselor diperluas.
Layanan konselor diperluas merupakan suatu bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya seoptimal mungkin secara mandiri dalam konteks di lingkungan bermasyarakat. Dan salah satu contohnya Layanan Konselor  yang di perluas misalnya  pada saat terjadinya musibah Bencana Alam, disini saya lebih terfokus pada musibah gunung merapi
Bencana alam merapi merupakan bencana yang memilukan dan menimbulkan banyak korban jiwa. Bencana alam ini tentu banyak di rasakan oleh berbagai kalangan baik itu orang tua,orang dewasa, dan juga anak-anak.
Masa anak-anak merupakan masa yang sangat rawan terkena guncangan jiwa dan stres di karenakan anak-anak belum di lengkapi dengan kemampuan secara sempurna untuk mengobati luka jiwa yang di alami, dan untuk mengatasi hal-hal tersebut para konselor akan memberikan beberapa layanan konseling, seperti yang akan saya bahas di tugas makalah individu ini.

Oleh karena itu, Layanan bimbingan konseling sangat di perlukan untuk di terjunkan langsung guna membantu membimbing para korban agar tidak mengalami trauma dan gangguan psikologis lainnya serta memberikan rasa aman akibat bencana alam gunung merapi.





BAB II
PEMBAHASAN
Sebelumnya kita sudah mengetahui musibah adalah suatu hal yang pilu, dan sebagai seorang konselor adalah memberikan layanan atau membimbing  korban agar terlepas dari rasa trauma dan gangguan psikologis serta mengangkat rasa sakit yang di alami korban.
Berikut, ada beberapa cara agar mengatasi masalah tersebut, yaitu memberikan beberapa layanan bimbingan konseling pada korban bencana alam dalam mengupayakan mengatasi trauma dan gangguan psikologis lainnya pada bencana merapi.

A.    Terapi bermain
Bermain merupakan hal yang paling menyenangkan bagi anak-anak, tak terbayangkan ketika masa-masa bermain mereka terenggut di karenakan bencana alam yang mereka alami.
Macam-macam permainan yang dapat menghibur anak-anak:
a)      Bermain ular-ularan
Permainan dengan menuntut kekompakan dalam permainan ini akan membuat anak-anak akan senang karena dapat menjalin kerja sama dengan teman lainnya.

b)      bermain lompat tali
c)      Membuat mainan dari kertas sehingga menjadikan anak menjadi kreatif
Permainan ini pasti di sukai anak-anak karena hanya dengan kertas dapat di jadikan berbagai macam mainan, seperti: kapal-kapalan,burung-burungan,dan lain-lain
d)     Menyanyi
Dengan menyanyi anak-anak akan merasa senang dan gembira dan akan terhibur.

Masih banyak permainan yang dapat di adakan untuk anak-anak agar anak dapat kembali ceria dengan dunia bermain mereka.

B.     Memberikan hiburan
Hiburan ini dapat di lakukan dengan cara anak-anak di beri tontonan film yang kiranya dapat memberikan hiburan pada anak-anak misalnya dengan memberikan film yang lucu-lucu seperti acara komedi, film kartun, menghadirkan badut, stand up  comedy, menonton layar tancap, pewayangan, musik tradisional dan lain- lain, sehingga anak-anak maupun orang dewasa dapat tersenyum kembali, dan sedikit demi sedikit mulai melupakan kejadian lalu yang menimpa mereka. Amin.






C.   Dengan mengajak jalan-jalan ke suatu tempat yang menyenangkan
Dengan mengajak anak-anak pergi kesuatu tempat maka anak-anak tidak menjadi merasa bosan, misalnya:
a)      Mengunjungi tempat-tempat yang bersejarah
Selain terhibur anak-anak juga akan belajar ilmu pengetahuan dan menambah wawasan bagi anak-anak,





b)       Naik gunung atau pergi ke puncak
Anak-anak akan sangat terhibur bila di ajak mengunjungi tempat-tempat yang indah dan menyenangkan. Anak-anak akan melihat keindahan dan makin mencintai alam sekitar.
c)      Mengunjungi taman dan kebun binatang
Anak-anak pasti sangat menyukai keindahan taman dan pergi ke kebun binatang karena anak-anak dapat melihat binatang yang mungkin belum pernar mereka melihatnya.
d)     Mengajak anak-anak pergi ke tempat taman hiburan anak
Dengan mengajak anak-anak ke tempat taman hiburan anak maka anak-anak dapat memilih segala macan permainann yang di sukainya sehingga anak anak akan merasa senang dan akan terhibur dan mengembalikan keceriaan mereka.
D.    Memberikan kegiatan bagi anak-anak yang berupa keterampilan yang mendidik
Anak-anak dapat diberi keterampilan yang mendidik, seperti halnya melukis.
Dengan melukis anak-anak akan senang karena mereka dapat mengapresiasikan pikiran dan emosi mereka lewat mengambar. Kegiatan ini juga dapat menambah daya imajinasi anak-anak dan menambah keterampilan mereka.

E.     Anak-anak dapat terhibur dengan melihat pemandangan ibu kota
Seperti dengan keliling-keliling kota dengan menggunakan kereta, anak-anak dapat saling tertawa dan bercanda dengan teman-teman yang lain sewaktu dalam perjalanan.

F.      Memberikan dongeng / cerita pada anak-anak
Memberikan dongeng atau memberikan cerita tentu akan membangkitkan semangat bagi anak-anak dan menjadikan anak tidak jenuh, Misalnya:
a)       Cerita yang mengajarkan pada kebaikan dan ajaran moral

Cerita dapat diberikan dengan menceritakan ajaran kebaikan hal yang baik dan hal yang dapat mendidik, misalnya cerita kancil mencuri cei ketimun, dan setelah itu disimpulkan ajaran moral yang dapat di petik dari cerita tersebut.

b)      Cerita yang mengajarkan pada nilai agama
Anak-anak di berikan cerita keagamaan seperti cerita nabi-nabi, dan ajaran agama sehingga anak-anak dapat lebih sabar dan tabah dalam menghadapi musibah yang sedang melanda mereka serta dapat menerima kenyataan.

G.    Konseling trauma
Kehilangan sanak saudara, teman bermain dan orang-orang yang di cintai tentu saja dapat menyebabkan perasaan resah,gelisah, takut dan dapat menyebabkan trauma yang mendalam bagi orang dewasa maupun anak-anak.
Oleh karena itu konselor memberikan konseling kepada mereka agar lebih ditekankan pada pengembalian kestabilan emosi supaya lebih dapat menerima keadaan dan dapat mencapai kesetabilan emosinya.



H.    Konseling komunikatif
Di sini konselor memberikan pelayanan  berupa pengakraban pada anak-anak, sehingga anak-anak tidak merasa kesepian dan merenung, anak-anak di ajak bersenda gurau dan saling berkomunikasi, sehingga anak akan menjadi nyaman, merasa berarti, mempunyai teman.

I.       Konseling suportif
Di sini seorang konselor memberikan dukungan dan semangat hidup pada anak-anak sehingga anak-anak akan dapat sehat secara psikologisnya dan pada akhirnya anak-anak dapat kembali ceria di dunia bermain mereka.



J.       Menanamkan optimis pada anak
Perlu adanya penanaman optimis pada anak-anak, sehingga anak dapat mengatasi stres/ trauma yang di hadapi.

K.    Menanamkan dan menciptakan suasana yang humoris
Dengan anak-anak tertawa itu merupakan obat yang cukup manjur untuk menghadapi sters pada anak, dapat di lakukan dengan konselor menghibur dengan bercerita hal yang lucu pada korban bencana.

L.     Menanamkan sikap positive pada anak
Konselor membimbing anak-anak dengan memberikan motivasi pada anak-anak agar anak-anak dapat berfikir positive dalam menghadapi realita dan mengembangkan sikap pula pada anak-anak untuk dapat berfikir positive tentang kejadian yang tengah dialami sehingga anak dapat terus melanjutkan kehidupan tanpa mengalami gangguan stres dan gangguan psikologis lainnya yang di karenakan adanya bencana yang tengah dihadapinya.

M.   Kegiatan konseling trauma juga dapat diberikan kelompok sasaran peserta didik yaitu dengan       :
1.       Bimbingan/konseling kelompok
            Bimbingan ini dapat di lakukan dngan cara konselor mengakraban diri dengan semuanya dalam satu tempat dan dalam satu waktu yang bersamaan sehingga tercipta adanya saling keterbukaan, kepercayaan dan kenyamanan, misalnya dengan bertanya pada orang dewasa ataupun anak-anak dan kemudian konselor memberikan arahan dan bimbingan yang positif pada mereka.


2.      Konseling individu
Konseling ini dapat di lakukan dengan cara seorang konselor mengakraban diri dengan mengadakan bimbingan individu  yang di rasa perlu sehingga tercipta adanya saling keterbukaan,kepercayaan dan kenyamanan.
3.      Pelayanan informasi
Pemberian informasi dapat di berikan dengan memberikan informasi tentang bahaya dari bencana alam yang sedang di hadapi, kesehatan dan lain-lain.
4.      Pelayanan pembelajaran
                         Pemberian pelayanan dan bimbingan ini dapat dilakukan dengan cara pemberian layanan pembelajaran membaca,menulis dan berhitung.









BAB III
KESIMPULAN

Layanan konselor diperluas merupakan suatu bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya seoptimal mungkin secara mandiri dalam konteks di lingkungan bermasyarakat. Tugas dari seorang konselor disini adalah memberikan layanan atau membimbing  korban agar terlepas dari rasa trauma dan gangguan psikologis serta mengangkat rasa sakit yang di alami korban, memberikan rasa aman kepada korban – korban.
Untuk membantu menghadapi bencana alam ada beberapa cara mengatasi masalah gangguan psikologis, dan rasa trauma yang di alami oleh korban dari berbagai orang tua, orang dewasa, maupun anak-anak, yaitu memberikan beberapa layanan–layanan bimbingan konseling seperti memberikan layanan terapi, memberikan layanan hiburan, jalan–jalan ketempat wisata, membentuk serta membangun kegiatan keterampilan/ kreatifitas, memberikan dongeng / cerita cerita yang bersifat mengajarkan nilai- nilai moral dan agama, konseling trauma, konseling suportif, konseling komunikatif, memberikan sikap berpikir positif, humoris / hal yang lucu-lucu. Kegiatan layanan trauma juga dapat diberikan kelompok sasaran peserta didik, yaitu : konseling individu, konseling kelompok, pelayanan informasi, dan pelayanan pembelajaran.
Secara umum, layanan yang telah diberikan kepada korban akan sangat membantu memulihkan dan membangkitkan kembali semangat yang telah hilang atas musibah yang dialami mereka.











DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar